Pengumuman

FLS2N 2016, SMANSADASE “gagal” toreh prestasi

Kuala Pembuang, 16 Mei 2016

Pembukaan FLS2N 2016
Pembukaan FLS2N 2016

Pelaksanaan kegiatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA yang menjadi program Dikmen Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga Kabupaten  Seruyan untuk pelaksanaan ke dua kalinya dilaksanakan dari tanggal 16 s.d 18 Mei 2016 di Kuala Pembuang, ivent bergensi yang mengusung tema “Merajut Keragaman Seni Dan Kebersamaan Demi Kejayaan Indonesia” merupakan gagasan dan ide kreatif bidang pendidikan menengah Bpk. Drs. Heru Pramono selaku Kepala Bidang Pendidikan Menengah yang juga merupakan panitia pelaksana kegiatan FLS2N tahun 2016 serta di bantu seluruh staf pada bidang ini. Dalam laporannya Bpk. Drs. Heru Pramono menyampaikan maksud dan

Kabid.dikmen Bpk.Drs.Heru Pramono
Kabid.dikmen Bpk.Drs.Heru Pramono

tujuan pelaksanaan kegiatan FLS2N tahun 2016, secara umum beliau mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagaimana tertuang dalam tema merajut keragaman seni dan kebersamaan demi kejayaan Indonesia yang terimplementasi dengan kehadiran dari jumlah peserta dalam mengikuti kegiatan FLS2N di ikuti oleh 11 SMA/MA yang ada di Kabupaten Seruyan dengan mengikuti semua bidang yang dilombakan yakni bidang cipta puisi, baca puisi, vocal solo putra dan putri serta tari berpasangan. Lokasi pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Gedung Serba Guna Kuala Pembuang. Dalam acara pembukaan tersebut di hadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga Kabupaten Seruyan, Bpk. Hartasima, S.Pd yang berkesempatan membuka dengan

Kadis Dikpora Seruyan. Bpk.Hartasima, S.Pd
Kadis Dikpora Seruyan. Bpk.Hartasima, S.Pd

resmi pelaksanaan FLS2N tingkat SMA tahun 2016. Walaupun sebenarnya yang akan membuka kegiatan adalah Bupati Seruyan, namun karena ada kesibukan kerja yang berbenturan dengan waktu kegiatan menyebabkan bapak Bupati tidak bisa datang dan selanjutnya menyerahkan kepada bapak Kepala Dinas yang membuka dengan resmi pelaksanaan tersebut.

Dalam sambutan Kepala Dinas, beliau mengharapkan melalui kompetisi dalam bidang bidang yang dilombakan muncul anak anak didik yang berprestasi, sebab tanpa ada kegiatan kegiatan lomba yang dilaksanakan kita tidak pernah akan tahu mana anak anak didik yang menyukai seni dan mana yang menyukai olah raga. Lanjut Kadis, melalui kegiatan ini juga kita akan menumbuh kembangkan bakat bakat anak didik kita dengan baik sehingga diperoleh kualitas yang terbaik bukan sekedar “BAIK” namun yang “TERBAIK” yang nantinya akan mewakili Kabupaten  Seruyan untuk tingkat tingkat selanjutnya. Mengakhiri sambutannya bapak Hartasima, S.Pd juga berpesan kepada seluruh dewan juri, menilailah dengan “ADIL”, melihatlah dengan “BIJAK”, tidak usah melihat darimana asalnya. Setelah membuka dengan resmi kegiatan FLS2N, bapak Hartasima, S.Pd melanjutkan kegiatan kerja yang pada waktu bersamaan juga melakukan pemantauan langsung kegiatan pelaksanaan ujian nasional tingkat SD pada beberapa sekolah dasar di Kuala Pembuang. Cabang lomba baca puisi dan cipta puisi dilaksanakan dengan waktu bersamaan namun berbeda tempat, untuk lomba baca puisi dilaksanakan di gedung serba guna sementara untuk cabang lomba cipta puisi dilaksanakan di gedung MAN. Untuk cabang lomba baca puisi dengan menggunakan dua tahap, yaitu tahap penyisihan dan tahap final pada tahap penyisihan diikuti 11 sekolah yang rata rata diikuti oleh peserta putri, pada tahap final yang lolos hanya 6 sekolah, sementara untuk

Peserta cipta puisi
Peserta cipta puisi

cabang lomba cipta puisi diikuti oleh 11 peserta dari 11 sekolah dengan limit waktu 120 menit dengan batas wajib cipta puisi sebanyak 2 lembar kertas  HVS, selanjutnya dilaksanakan cabang lomba vocal solo untuk 11 putra dan 11 putri, berdasarkan hasil technical meeting di sepakati hanya membawakan 2 lagu tidak 3 lagu yang ada dalam juknis karena tidak mengunakan 2 tahap, hanya satu tahap saja, walaupun sedikit alot dalam menemukan kesepakatan untuk lagu yang akan di bawakan karena pendamping dari SMAN-1 Danau Sembuluh dan pendamping dari SMAN-1 Kuala Pembuang mengusulkan untuk memberikan keleluasaan bagi peserta untuk memilih lagu, artinya peserta bisa memilih lagu penyisihan atau lagu final yang akan ditampilkan esok hari, mengingat hanya satu

Peserta vocal solo
Peserta vocal solo

tahap saja dan di anggap semua masuk tahap final, namun akhirnya dilakukan vote lagu apa yang akan di bawakan peserta, hasil vote 11 orang memilih lagu penyisihan saja yang di bawakan dan 9 orang memilih lagu yang di bawakan bebas, bisa lagu pilihan dan bisa lagu final. Karena suara terbanyak memilih lagu penyisihan mau tidak mau suka tidak suka semua peserta vocal solo membawakan lagu penyisihan di final tersebut, yah pasrah saja walaupun bagi SMAN-1 Danau Sembuluh yang sangat di andalkan peserta adalah lagu final yang akan di bawakan, terpaksa membawakan lagu penyisihan. Yang cukup menarik dalam penampilan beberapa peserta adalah, terlihat guru pendamping bahkan kepala sekolah turun tangan memainkan alat pengiring (gitar) untuk pesertanya. Memang tidak ada yang salah, semuanya adalah hasil tehnical meeting dengan alat apapun yang dimainkan sah sah saja, cuma sedikit mengelitik di hati hingga muncul dalam benak sebuah pertanyaan, dalam satu sekolah pasti banyak siswa, apakah tidak ada dari sekian siswa yang bisa membantu temannya untuk memainkan alat music. Jika hal ini adalah suatu

band "widya dharma"
band “widya dharma”

kemajuan, bisa jadi tahun depan SMAN-1 Danau Sembuluh menurunkan group band yang terdiri dari guru guru untuk mengiringi pesertanya membawakan lagu. Dalam cabang tari berpasangan, 11 sekolah menurunkan peserta dengan corak dan ragam busana daerah yang kaya akan nilai budaya daerah Kalimantan Tengah penggunaan property tari yang beragam dan dinamika music yang beraneka ragam mulai dari yang tradisional sampai pada music yang sudah di kolaborasi dengan bunyi bunyian alat music lain mampu membuat bulu kuduk merinding,  berdasarkan hasil pengamatan juri secara keseluruhan semua peserta membawakan tarian dengan baik namun karena ini adalah kompetisi maka hanya 3 sekolah yang akan mendapatkan penghargaan dalam bentuk trophy dan uang

Peserta Tari Berpasangan bersama Kabid dikmen bpk.Drs.Heru Pramono
Peserta Tari Berpasangan bersama Kabid dikmen bpk.Drs.Heru Pramono

pembinaan. Dari ujung pintu saat tiga orang memperhatikan penampilan peserta tari ada sebuah pertanyaan dari salah seorang dari tiga orang itu “Mengapa harus menggunakan bulu burung dan paruh burung yang asli, kenapa tidak membuat reflikanya saja, dengan begitu burung yang menjadi symbol atau lambang keperkasaan masyarakat adat akan tetap lestari, burung itu sangat cantik mas? Indah? Memiliki nilai eksotis bagi kita, tapi karena semua bagian dari burung itu bernilai rupiah maka burung itu menjadi buruan dan diperjual belikan, bagaimana jika suatu saat burung itu tidak ada lagi, apa yang kita lestarikan? jika ada regulasi tentang  pelestarian burung itu maka semua sekolah tidak akan ada yang berani menggunakan bulu dan paruh yang asli untuk sekedar penampilan tari, bayangkan saja jika ratusan sekolah dari SD sampai SMA yang ada di Kalteng menggunakan bulu dan paruh burung yang asli, bisa di bayangkan berapa banyak burung itu mati, jika untuk kepentingan adat atau ritual ritual adat oke lah saya setuju menggunakan bulu dan paruh yang asli, kalo cuma untuk penampilan tari sabaiknya menggunakan reflika saja akan lebih bagus jika burung yang asli di perlihatkan saat penampilan tari, dua orang yang mendengarkan perkataan kawannya manggut manggut merasa apa yang dikatakan itu ada benarnya. Detik detik pengumuman hasil dari FLS2N segera disampaikan oleh salah satu juri, di awali cabang lomba baca puisi dengan juara III an. Yuliana (SMAN-2 Kuala Pembuang),  juara II an. Siti N (SMAN-2 Danau Sembuluh), juara I an. Isti Diah Mardiana (SMA PGRI Seruyan Raya). Cabang Cipta Puisi dengan juara III an. Doni Setiawan (SMAN-1 Hanau) Juara II an. Fatiah (SMAN-1 Kuala Pembuang) Juara I an.Dedi (SMAN-2 Seruyan Tengah). Cabang Vocal Solo Putra dengan juara III. an. Irwan (SMAN-1 Seruyan Tengah), Juara II an.Raka (SMAN-1 Kuala Pembuang), juara I an. Adi (SMAN-2 Danau Sembuluh), vocal solo putri juara III, an. Feni (SMA Bina Mandiri), juara II an.Suriani (SMAN-1 Seruyan Tengah) juara I an.Dea (SMAN-1 Kuala Pembuang). Cabang seni tari berpasangan dengan juara III an.SMAN-1 Seruyan Hulu, Juara II an.SMAN-2 Seruyan Hilir Timur, juara I an.SMAN-1 Kuala Pembuang.

Trophy dan uang pembinaan langsung diserahkan oleh Kabid Pendidikan Menengah, bpk Drs. Heru Pramono, dalam sambutan penutupnya sekaligus mengakhiri rangkaian kegiatan, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada semua peserta bahwa pelaksanaan FLS2N tahun 2016 diikuti oleh semua sekolah bahkan beberapa kepala sekolah turut serta hadir mendampingi para peserta didik dalam mengikuti lomba dan juga menyampaikan permohonan maaf jikalau terdapat kekurangan dalam pelaksanaan FLS2N 2016, insyaallah tahun depan akan di programkan kembali dan kepada peserta yang mendapat predikat satu untuk mempersiapkan diri mewakili Kabupaten Seruyan di FLS2N tingkat Propinsi Kalteng dua bulan kedepan. Kegagalan SMANSADASE meraih juara di FLS2N 2016 akan di jadikan bahan instropesi untuk memperbaiki kelemahan yang ada dan berupaya tetap semangat membimbing peserta didik untuk siap di FLS2N 2017.

Oleh : Silpanus

 

Check Also

Digitalisasi menjadi mudah?

Sembuluh, 20 Januari 2020, 12.00 WIB Oleh : Silpanus   Era digitalisasi di zaman sekarang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *