Pengumuman
logo Widya Dharma

Sejarah

Oleh : Silpanus

SMA Negeri-1 Danau Sembuluh, berdiri sejak tahun 2004, dan aktif melaksanakan proses belajar mengajar dimulai tahun 2005. Dengan jumlah siswa angkatan pertama berjumlah 35 orang. sekolah yang di bangun dengan dana APBN, hanya memiliki satu ruang kepala sekolah dan guru. Satu Perpustakaan, Satu Laboratorium dan Tiga ruang belajar. Rata rata guru pada waktu itu hanya berstatus honorer saja. SMAN-1 Danau Sembuluh, merupakan hasil mertamorfosa dari SMA Kertapati. yang ada sejak tahun 2003, namun tidak memiliki bangunan sekolah. Atas dasar kebutuhan yang sangat mendesak, dan pihak Yayasan Kertapati yang menjalankan SMA Kertapati siap menyerahkan sepenuhnya pendidikan untuk menjadi kewenangan penuh Pemerintah Kabupaten Seruyan. Hingga akhirnya SMA Negeri-1 Danau Sembuluh beroperasional di tahun 2005.

 

Kepala Sekolah, pada saat itu di pimpin oleh bapak Arniansyah, S.Pd. Yang dalam tugasnya sebagai pendidik adalah seorang guru SMP, namun karena beliau juga merupakan perintis dari SMA Kertapati, dan juga menjabat sebagai Kepala SMA Kertapati pada waktu itu. Saat peralihan SMA Kertapati ke SMA Negeri-1 Danau Sembuluh. Beliau di percaya sebagai Kepala Sekolah. Pendidikan berjalan seiring dengan waktu. Para siswa yang sebagaian besar dari SMP yang ada di desa Sembuluh. Cukup mampu menampung jumlah siswa yang masuk sebagai peserta didik tiap tahunnya. Hingga sekarang SMA Negeri-1 Danau Sembuluh sudah tiga kali berganti Kepala Sekolah. (Arniansyah, S.Pd 2005-2009, Drs.Heru Pramono 2009-2010 dan Hj. Hadisuyatni, S.Pd.MM 2010 hingga sekarang). Fasilitas penunjang belajar mengajarpun, semakin tahun terus di perlengkapi.

 

Hingga pada tahun 2018 ini, SMAN-1 Danau Sembuluh. Memiliki 11 ruang belajar, 3 ruang laboratorium IPA, dua ruang komputer. Serta peralatan penunjang pembelajaran lainnya. Prestasi di bidang olah raga maupun bidang koqnitif dan psikomotorik, banyak dipersembahakan oleh para peserta didik. Hingga usia ke 13 tahun ini. SMA Negeri- 1 Danau Sembuluh di bawah pimpinan ibu Hj. Hadisuyatni, S.Pd.MM. Selalu berusaha membawa pendidikan yang ada di Desa Sembuluh II, dapat menjadi bagian dalam wadah bagi generasi bangsa dalam menuntut ilmu pendidikan. Sekolah SMAN-1 Danau Sembuluh, sejak beroperasional tahun 2005 hingga sekarang, masih menerapkan pendidikan gratis, tidak ada pungutan uang komite. Sumber biaya operasional sekolah murni dari dana BOS.

 

Sejak diambil alih Propinsi. SMAN-1 Danau Sembuluh tidak lagi menjadi wewenang Pemerintah Daerah Kabupaten Seruyan. Semua tenaga pengajar, secara otomatis juga menjadi pegawai Propinsi Kalimantan Tengah. 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *