Pengumuman
A

Horeeeee…JUARA JUGA.!!

Sembuluh, 29 Agustus 2019, pukul 18.45 WIB

Oleh : silpanus

 

Perayaan HUT RI 74 di Desa Sembuluh Satu, di meriahkan dengan berbagai cabang lomba. Bukan saja hanya untuk kalangan umum, tetapi juga mengundang para pelajar untuk ikut bersaing dan berkompetisi dalam kegiatan yang dilaksanakan. SMA Negeri 1 Danau Sembuluh pun (smansadase.red) ikut berpartisipasi dalam tiap lomba yang di pertandingkan. Memanfaatkan waktu luang, tim tim yang menjadi perwakilan tiap cabang lomba, memaksimalkan potensi diri yang ada, untuk berlatih   menghadapi lomba yang akan di ikuti itu.

Hampir semua cabang lomba yang di sampaikan oleh panitia HUT RI 74, di daftarkan semuanya oleh penanggung jawab sekolah yang khusus membidangi pengembangan bakat dan minat siswa. Sebahagaian dewan guru, juga turut serta dalam lomba tersebut. Walaupun tidak semua yang bisa diikuti, hanya pada cabang bulu tangkis ganda putri saja yang di turunkan. Banyak pernak pernik yang mengiringi sesi persiapan dan latihan para peserta didik SMA Negeri 1 Danau Sembuluh untuk mempersiapkan diri. Walaupun ivent yang dilaksanakan, bukan sesuatu yang wajib ikut. Namun sebagai bagian dari masyarakat desa. Sudah sepantasnyalah, tiap unit instansi yang ada ikut melibatkan diri. Apalagi ini dalam rangka peringatan hari kemerdekaan RI 74. Kalau bukan warganya sendiri, apakah kita tidak malu, warga dari desa lain yang justru memeriahkan kegiatan di desa sendiri?.

Yang menjadi point dalam saya menulis tulisan ini adalah, apapun perlombaan atau pertandingan yang diikuti, haruslah dilakukan dengan iklas, sabar, pantang menyerah, ikuti segala aturan ataupun arahan yang menjadi rambu rambu yang sudah di tetapkan, baik oleh dewan guru ataupun yang melaksanakan kegiatan lomba. Bagi seorang atlit, atau pemain  yang bisa mengetahui kekurangan atlit atau pemain tersebut adalah pelatihnya, sisi dimana sang atlit atau pemain tidak bisa melihat kelemahan atau kekurangan “blind side” pada dirinya sendiri. Maka sang pelatih lah yang akan memberitahukan kelemahan itu agar sang atlit atau pemain bisa maksimal. Hal yang terpenting adalah jangan lupa untuk menyerahkan segala harapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sehingga tujuan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan di restui oleh yang Maha Esa.   

BSeiring dengan waktu yang semakin dekat dengan pelaksanaan lomba, pernak pernik  itupun menghiasi masa masa persiapan tim dari smansadase yang ikut lomba. Cabang seperti fotsal putra dan putri berlatih dengan giat, pak Hidayatullah memimpin tim fotsal putri dalam tiap sesi latihannya, bagi dirinya latihan di terik matahari bukanlah jadi masalah, melihat pelatihnya yang juga ikut berpanas panasan, sambil memberikan arahan, tehnik dan lainnya, membuat para pemain yang di binanya juga tersulut semangatnya untuk berlatih. Apalagi karakter sang guru yang dapat membaur dengan anak didiknya itu. Menjadi pelecut bagi tim fotsal putri untuk memberikan yang terbaik bagi sang pelatih.

Tim senam campuran juga nampak bersaing dalam latihan, ada dua tim yang di turunkan dalam lomba senam pramuka yang di perlombakan pada HUT RI 74 saat itu. Merekapun berlatih kadang di terik matahari yang tepat berada di ubun ubun. Cerita di balik latihan mereka sempat menggelitik hati. Tim B, yang para pesenamnya banyak dari kelas XI, kadang kadang sesama mereka sendiri berbeda paham dan pendapat, hingga tidak jarang terjadi silang pendapat. Suatu ketika, saat beberapa pesenamnya sedang istirahat di kantin, untuk sekadar melepas lelah dengan segelas air es dan gorengan. Akupun berkesempatan memberikan masukan kepada mereka, dengan sambil sedikit bercanda, aku hanya menyampaikan kepada mereka, bahwa tidak perlu untuk menambah gerakan, selain dari gerakan senam aslinya, itu sia sia saja? Focus pada gerakan yang baku saja, formasi bisa di ubah asalkan tidak mengganggu gerakan yang aslinya!”. Kataku kepada mereka.

Mereka hanya diam, namun ada saja yang nampak masih terlihat masam mukanya, karena teman temannya tidak secepat dan setanggap mereka. Sebagai bagian dari guru mereka, aku berusaha memberikan sugesti kepada mereka, walaupun bukan sebagai pelatih ataupun pembinanya. Tapi karena sebagian besar, aturan dalam lomba itu lebih dulu sudah aku ketahui. Karena akupun termasuk dalam kepanitiaan tersebut. Jadi perlulah aku sampaikan kepada mereka yang sedang istirahat di kantin waktu itu. Setelah selesai melepas lelahnya, mereka kembali berlatih dengan pengawasan Pembina mereka, ibu Nurul Eva Widyastatik. Tim B ini berusaha maksimal dalam berlatih, mungkin merasa kalau timnya, masih jauh bila dibandingkan dengan tim A. Mereka terus bekerja keras, perubahan juga terlihat dari beberapa gerakan. Namun salah paham sesama temannya dalam satu tim masih saja menjadi dinamika kelompoknya. Pada pengumuman pemenang lomba, diluar dugaan justru tim merekalah yang meraih juara II, sementara tim A hanya di posisi ke V.

bandKisah group bandpun juga menarik, pak Susanto, yang merupakan Pembina group band di SMANSADASE, mengarahkan beberapa peserta didik untuk membentuk tim bandnya masing masing. Awalnya banyak yang ikut mendaftar. Namun setelah di test, ternyata group yang mereka bentuk belum siap, ketika di tanya oleh pak Susanto bisa bermain alat music atau tidak?, jawab mereka “belajar pak!”. Dengan raut muka yang agak lemas, pak Susanto memberitahukan kepada mereka, bahwa yang dicari bisa bermain alat music, bukannya yang mau belajar alat music, karena proses untuk belajar butuh waktu. Sementara waktu lomba tinggal menghitung hari. “darurat”. Setelah di test orang perorang, akhirnya ia menemukan satu tim yang cukup bisa diandalkan dan diberi nama SMANSA A BAND, bersama dengan TEACHER BAND yang benar benar siap dan pak Susanto pun juga masuk dalam TEACHER BAND sebagai drummer.

Keinginan satu grup yang di komandani oleh Nanda, ternyata benar benar nekat ikut, akhirnya mereka juga di daftarkan dan label SMANSA B BAND. Jadi di lomba band SMAN-1 Danau Sembuluh menurunkan tiga group bandnya di lomba itu. waktu terus berlalu, hingga menyisakan tiga hari lagi waktu lomba akan dilaksanakan. Sebagai Koordinator Bidang Lomba Band di kepanitiaan itu, aku sesekali memantau kesiapan dari group band SMANSADASE. Walaupun aku juga ikut dalam group TEACHER BAND. Aku bertanya kepada Nanda dan kawan kawannya tentang kesiapan mereka, ternyata, sesama temannya di group band itupun saling silang pendapat. “Bagaimana Nanda, waktu tinggal dua hari lagi ini, band kalian siap nggak!”. Kataku saat itu sehabis mengajar di kelas lain. Nanda hanya tersenyum kecut, namun ada rasa optimis juga dalam dirinya. Iapun hanya mengucapkan “Bismillah pak!, band kami siap!”.  Sahutnya saat itu.

Saat istirahat belajar, Nanda dan kawannya latihan band, selama latihan itu aku dan pak Susanto turut memperhatikan mereka. sungguh luar biasa kacaunya, bunyi music yang keluar tidak seirama dengan alat music lainnya, begitu juga dengan vocalisnya pokoknya membuat rasa pesimislah di hati kami berdua saat itu. Dengan senyum kecut, aku dan pak Susanto pasrah, mungkin tim B ini hanya sekadar penggembira saja. Keesokan hari, seusai Teacher Band dan SMANSA A latihan. Aku menyarankan kepada Nanda untuk meminta Fira siswi kelas XII saja jadi vocalisnya, karena rekomendasi dari teman temannya di kelas kalau Fira bisa juga bernyanyi. Ternyata usulanku didengar oleh Nanda. Sorenya mereka berlatih, dengan personil yang baru lagi drummer dan bassist pun mereka rombak. Mungkin ada masukan juga dari kawan kawan di Teacher Band.

Satu hari tersisa, grup band yang di komandani oleh Nanda sudah berubah personil, yang tadinya semua kelas XI, kini ada vocalis dan drummer dan juga bisa bermain gitar dari kelas XII, Fira dan  Heru masuk ke SMANSA B. Pagi hari mereka berlatih, karena sorenya sudah tampil untuk lomba. Di lomba group band yang di laksanakan itu, rasa optimis hanya ada di SMANSA A BAND dan TEACHER BAND, karena memang sudah lama latihannya, sementara SMANSA B BAND hanya berlatih dan mencocokkan personilnya cuma satu hari. Saat perform di depan audient dan di hadapan juri. Tak ayal lagi ketika pengumuman pemenang, ternyata yang masuk juara III bersama adalah SMK Kertapati B Band dan SMANSA B Band. Sementara Teacher Band dan SMANSA A Band yang di gadang gadang lebih bagus dari SMANSA B Band tidak dapat juara apa apa. Akupun dan pak Susanto hanya tertawa lebar, merasa senang dan bangga juga, ternyata SMANSA B Band, yang sudah bongkar pasang personil dan cuma latihan full setengah hari bisa memberikan yang terbaik bagi SMANSADASE. Ya, karena Nanda sudah berikhtiar dan menyerahkan usaha timnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

IMG-20190824-WA0050Dalam lomba graffiti, yang diikuti oleh Amelia, Roni berhasil meraih juara satu, lukisan di dinding (tembok.red) dengan tema bebas Narkoba yang menjadi agenda dari cabang graffiti waktu itu. dengan Pembina ibu Novita Dewi Lestari, ketiga anak didik di Komunitas Anti Narkoba, memberikan hasil yang memuaskan bagi SMANSADASE, bakat lukis yang ada pada anak didik itu benar benar membanggakan bagi Pembina dan SMAN-1 Danau Sembuluh, trophy, piagam penghargaan dan uang pembinaan menjadi bukti jerih payah mereka, yang rela berpanas panas di bawah terik matahari, bahkan hujan sekalipun menyelesaikan dengan iklas, dan sabar semua lukisan dan tulisan di tembok yang menjadi frame graffiti itu.

Di cabang bulu tangkis, ganda putri SMANSADASE menurunkan pemainnya dengan pasangan silang antara guru dan siswa, Dini berpasangan dengan bu Siti Musliah, Bu Susanti dengan Lida, di cabang ini harapan terbesar untuk bisa mendapatkan juara satu yaitu Dini dan bu Siti Musliah, karena di babak babak awal, kedua pasangan ini bermain cukup baik dan mampu menang terus dari lawan lawannya. Pada tahap masuk final. Sebagai seorang pelatih bapak Ahkmad Halimi  yang selalu mengawal dan membina skill bulu tangkis anak didiknya itu, memberikan arahan kepada Dini, untuk bisa rehat memulihkan kondisi tubuh, agar bisa prima di babak final malam harinya. Namun sayang, arahan dari sang pelatih, yang mengetahui sisi kelemahan atau “blind side” (sisi buta) dari pemainnya, di abaikan oleh Dini. Anak didiknya itu menguras tenaganya bermain fotsal sore harinya, padahal andaipun ia tidak ikut fotsal, timnya sudah dipastikan lolos juga. Dan apa yang di kuatirkan oleh pelatihnyapun terjadi. Tim lawan yang sudah pernah di kalahkan mereka di babak awal pertemuan, ketika di babak final akhirnya mampu mengalahkan mereka, karena kondisi Dini yang sudah cukup lelah. Dan akhirnya pun mereka harus puas menjadi juara dua di pertandingan bulu tangkis itu.

Catatan aksi para pemain dan atlit dari SMANSADASE pada HUT RI 74 Di Desa Sembuluh Satu. Semua terukir dalam bingkai penghargaan, trophy dan uang pembinaan. Semoga keberhasilan para bintang lapangan dan panggung ini bisa menjadi support bagi kawan kawan lainnya. Dan bagi yang belum berkesempatan untuk meraih keberhasilan dalam kejuaraan, dapat menjadi intropeksi dan “Pelecut Semangat” dalam memotivasi diri dan mengembangkan potensi yang ada.

Selamat atas keberhasilan :

  1. Amelia, dkk dalam lomba graffiti
  2. Nanda, dkk dalam lomba band
  3. Putri, dkk dalam pertandingan fotsal (SMANSA A & SMANSA B)
  4. Nadi, dkk dalam pertandingan bulu tangkis ganda putra
  5. Nabila, dkk dalam lomba senam pramuka
  6. Ibu Siti Musliah, dkk dalam lomba bulu tangkis ganda putri
  7. Tim Work SMANSADASE, dalam lomba KARNAVAL

Spesial Thank`s untuk para Pembina :

  1. Bapak Akhmad Halimi, pembina atlit bulu tangkis
  2. Bapak Merirezarianur, pembina fotsal putra
  3. Bapak Hidayatullah, pembina fotsal putri
  4. Bapak Rahmat Susanto (santo), pembina Band
  5. Bapak Saipullah, pembina voleyball
  6. Ibu Nurul Eva Widyastatik, pembina senam pramuka
  7. Ibu Novita Dewi Lestari, komunitas anti narkoba

 

Check Also

singa.

“Singa Putih Abu Abu”

                “Singa Putih Abu Abu“ Cerita ini di …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *